Sudah suatu keharusan pengendara mobil untuk
mengamankan dirinya dengan menggunakan seatbelt disaat mengemudi.
Penggunaan seat belt saat ini sudah menjadi kebutuhan yang secara
otomatis orang akan mengenakannya ketika hendak mengemudi.
Banyak peristiwa kecelakaan yang korbanya terselamatkan karena adanya seatbelt yang terpasang di dada pengemudi atau penumpang.
Namun,
bagaimana dengan ibu hamil? Keraguan acap kali timbul di benak ibu
hamil karena khawatir menciderai janinnya bila kecelakaan.
Bahkan,
banyak ibu hamil meragukan karena ketatnya sabuk yang menyelimuti
perut, bahkan keraguan ini yang mambuat ibu hamil berfikir jika terlalu
keras maka akan menyebabkan kontraksi atau ketuban pecah.
Dalam
kasus ini, salah satu dokter ahli kandungan dari Rumah Sakit Syarif
Hidayatullah yang terletak di jalan. Ir. H. Djuanda No.95. Ciputat,
Tangerang angkat bicara.
"Tidak perlu kuatir, ibu hamil bisa kok
pakai safety belt," kata Eko Rohati, SpOg ahli kandungan dari Rumah
Sakit Syarif Hidayatullah..
Rohati
menyarankan, ibu hamil agar tetap menggunakan sabuk pengaman.
Menurutnya, Tidak ada masalah dengan penggunaan sabuk pengaman untuk ibu
hamil.
"Silahkan saja gunakan sabuk pengaman, itu juga melindungi ibu dan bayi yang dikandungnya," ujarnya.
Namun,
Rohati bukan saja menganjurkan. Demi keselamatan bayi dan ibu, Rohati
merekomendasikan cara menggunakan sabuk pengaman yang baik. Ada 2 cara
yaitu di atas perut dan di bawah perut.
"Saya sarankan, gunakan
di atas perut atau serendah mungkin dibawah perut dan sabuk bahu
diposisikan melintang di dada diantara payudara dan sabuk pengaman harus
benar-benat pas/tidak kendor. Jangan pernah melintangkanya diperut
karena berisiko bagi janin. Cara ini juga menghindari kontraksi atau
ketuban pecah" tandasnya.
Selain itu, Rohati juga mewaspadai umur
janin yang terlampau tua. Maksudnya, Rohati mengingatkan janin bayi
yang sudah tua untuk lebih berhati dalam penggunaan sabuk pengaman. Umur
janin yang paling rawan adalah 7 bulan sampai 9 bulan.
"Ibu harus harus lebih berhati-hati jika umur janin 7 bulan sampai 9 bulan, di bawah itu tidak perlu kuatir," tambahnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar