Bagi perokok, bisa merokok dalam mobil
mungkin memberikan kenikmatan tersendiri. Tapi jangan salah, merokok
ketika kita sedang mengendarai mobil bisa berujung bahaya.
Karena merokok saat mengemudi bisa memecah konsentrasi Anda ketika berada di jalan raya.
"Mengemudi
sambil merokok berarti menempatkan Anda dan penumpang dalam kondisi
bahaya," tulis pesan safety driving dari Ford.
Bayangkan jika anda sedang berkendara dengan
kecepatan 100 km per jam dan tiba-tiba bara api rokok jatuh di pangkuan
Anda, lalu apa yang terjadi.
Anda pasti akan breakdancing
seperti Michael Jackson untuk menghindari panasnya bara api, dan tanpa
disadari rintangan besar ada di depan anda dan siap menghajar Anda.
Bayangan
seperti itu seakan tidak pernah diindahkan oleh pengemudi zaman
sekarang, yang sebenarnya merokok sambil mengemudi dianggap sebagai
gangguan karena dapat memecah konsentrasi.
Banyak pengemudi saat
ini seolah cuek menikmati sebatang rokok padahal bahaya mengintai kapan
saja dan kemungkinan menghampirinya setiap saat.
Memang
pemerintah saat ini baru memuat aturan larangan merokok di gedung
perkantoran dan tempat umum, namun tidak ada aturan untuk menilang atau
menegur pengemudi yang asyik menikmati rokok ketika sedang berkendara.
Merokok merupakan salah satu gangguan internal ketika berkendara.
Gangguan internal lain yang kerap muncul adalah menggunakan telepon
seluler alias HP ketika berkendara.
Penelitian internasional mengungkapkan bahwa menelepon sambil mengemudi
menyumbang satu dari setiap 4 kecelakaan mobil. Lebih mantap lagi,
terjadi sekitar 1,5 juta kecelekaan setiap tahunnya atau 4.000
kecelakaan per harinya akibat menggunakan HP.
Gangguan internal lain adalah makan dan minum ketika berkendara. Lebih
baik anda berhenti atau mengemudi bergantian bila ingin minum atau
makan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar