Anda yang sedang hamil, sepertinya tidak perlu
lagi merasa takut naik mobil. Karena meskipun terjadi kecelakaan,
airbag tidak akan berisiko bagi kehamilan anda.
Karena airbag,
bila digunakan bersamaan dengan seatbelt merupakan piranti keamanan
paling efektif untuk mencegah cidera ketika terjadi kecelakaan.
Namun,
sebelumnya terdapat kabar yang mengkhawatirkan bagi ibu hamil, bahwa
airbag ketika terkembang saat kecelakaan bisa menyebabkan rahim atau
plasenta lepas, sehingga menyebabkan keguguran.
Akan tetapi,
menurut studi baru, para peneliti menganalisis data mengenai tabrakan
yang melibatkan 3.348 wanita hamil di negara bagian Washington antara
2002 dan 2005.
Mereka menemukan bahwa untuk sebagian besar
komplikasi kehamilan, termasuk plasenta lepas dari dinding rahim, janin
yang tertekan, tidak ada bukti risiko tersebut diakibatkan oleh airbag
yang terkembang saat terjadi kecelakaan.
Karena airbag dapat
membantu menyelamatkan nyawa, maka kumpulan dokter kandungan dan ahli
kandungan dalam American College of Obstetricians and Gynecologists
(ACOG) menyarankan wanita hamil untuk tidak menonaktifkan airbags
kendaraan mereka.
"Perempuan hamil harus tetap mengenakan sabuk
pengaman mereka, dan memakainya dengan benar," ujar pemimpin peneliti Dr
Melissa A. Schiff, seperti dilansir Reuters.
Menurut
ACOG, ibu hamil harus selalu mengenakan sabuk pangkuan pada bahu,
dengan ikat pinggang duduk di pangkuan tulang pinggul di bawah perut dan
tali bahu di tengah dada.
Kelompok juga merekomendasikan bahwa
perempuan hamil sebaiknya diposisikan pada tempat duduk mereka sejauh
mungkin dari kontrol panel yang terdapat pada dashboard.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar