Selasa, 11 September 2012
AKRABI PELUMASAN JIP, Pengusir Derit
JIP - Suara berderit yang terdengar saat pintu dibuka-tutup merupakan indikasi engsel pintu kurang bekerja maksimal. Bunyi derit itu berasal dari gesekan antar peranti engsel yang tidak terlumasi dengan baik. Jika didiamkan, lama kelamaan peranti tersebut akan rusak. Makanya semua bagian jip yang memiliki engsel tak hanya pintu butuh perhatian dan perawatan.
Jenis perawatan pada engsel sebenarnya cukup sederhana. Cukup dengan memberikan pelumasan yang memadai. Otomatis bunyi derit akan hilang dan kerusakan yang lebih parah dapat dieliminir.
Seperti pepatah ”banyak jalan menuju Roma”, begitupun dengan cara pelumasan pada engsel tersebut. Media untuk pelumasannya pun banyak dan beragam. Mulai dari oli, gemuk (grease) ataupun dengan cairan yang mengandung silikon atau di pasaran lebih dikenal sebagai auto silicone. Dari semua bahan pelumas tersebut, tentunya masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan.
“Oli sebagai media paling gampang diperoleh, kualitas pelumasannya tergolong bagus. Namun sayang sekali jika debu atau pun kotoran lainnya mudah menempel di bagian yang dilumasi,” papar Stefanus Tatipikalawan seorang praktisi perbengkelan dari Yogyakarta.
“Gemuk (grease) punya kemampuan melumasi yang bagus, namun lantaran wujudnya berupa pasta, maka tidak semua bagian bisa dijangkau. Jadi hanya bagian yang terbuka saja yang dilumasi,” lanjut pria berambut gimbal ini. “Sedangkan untuk pelumas silikon harganya lebih mahal. Di pasaran sedikit susah dibeli,” cerocosnya. Wujud berupa cairan membuat auto silikon lebih leluasa untuk diaplikasikan. Selain itu karena bukan merupakan oil base lubricant maka debu ataupun kotoran lainnya tidak mudah nempel, Areal yang dilumasi juga tidak mudah kotor.
Selain 3 macam media untuk pelumasan itu, masih ada lagi yang cairan WD-40. Cairan serba guna yang dikembangkan oleh Norm Larsen dari Amerika pada tahun 1953 ini ternyata memiliki sifat lubrikasi juga. Namun pada dasarnya cairan ini lebih berkonsentrasi untuk kegunaan lain seperti mencegah timbulnya karat. Cairan WD-40 memiliki pelapis tahan air dan juga mengandung kerosene. Dimana cairan ini unggul dalam mengikis kotoran ataupun karat yang menempel di bagian yang paling susah dijangkau.
Sayangnya WD40 cenderung cepat mengering dan kurang tahan terhadap panas. “Kemampuan penetrasi (menembus) bagian sulit baiknya jika cairan ini dipergunakan sebagai ‘pembuka jalan’ bagi bahan lubrikasi lainnya,” perinci Stefanus. Maksudnya, “Semprotkan dulu cairan pada bagian yang dilumasi. Baru disusul cairan pelumas yang dipilih supaya bisa tersebar merata pelumasannya,” tutupnya.
Perhatikan:
Pastikan pelumasan benar-benar tepat pada sasarannya dan seluruh piranti engsel yang bergerak dapat dilumasi dengan baik.
Pengunci pintu ataupun kap motor merupakan bagian yang wajib diberi pelumasan secara rutin. Bagian ini yang sebaiknya diberi semprotan WD-40 terlebih dulu sebelum dilumasi dengan oli ataupun auto silicon spray.
Tak hanya berguna pada barang-barang yang bisa berderit, silikon bisa juga untuk menjaga supaya terminal aki terhindar dari karat. Silahkan semprotkan WD-40 terlebih dahulu untuk hasil terbaik. Pada kasus ini oli bisa juga digunakan sebagai alternatif.
Silicon
Lantaran tidak mengundang debu untuk menempel silikon tak hanya piawai untuk menbungkam derit engsel tapi juga membungkam bising derit kipas dan tetap menjaga media yang terkena semprotan silikon selalu bersih.
Kegunaan lain cairan silikon bisa juga untuk melumasi rail kaca jendela kendaraan Annda. Terutama jika piranti tersebut terasa berat untuk dibuka-tutup. Silahkan semprot karet channel seputar frame kaca agar kembali enteng dalam pengoperasiannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar