Meski ukurannya lebih kecil, namun dalam
kondisi darurat, ban serep yang lebih kecil memang mau tidak mau kita
harus menggunakannya juga agar tetap bisa melanjutkan perjalanan.
Mengetahui perbedaan ukuran tersebut memang mengkhawatirkan, namun bila
diperlakukan secara khusus, ban serep beda ukuran bisa tetap digunakan dengan aman pada saat darurat.
Pertama
tentunya mengetahui batas kecepatan maksimal yang mampu dipenuhi oleh
ban serep tersebut. Biasanya, di badan pelek terdapat stiker mencolok
yang memberikan informasi batas kecepatan maksimal. Yaitu tidak lebih
dari 80 km per jam.
Kemudian, jarak tempuh yang bisa dipenuhi
oleh ban serep beda ukuran tersebut. Biasanya, rata-rata jarak tempuh
yang disanggupi hanya sejauh 100 km. Melewati jarak tersebut, sangat
tidak direkomendasikan lagi.
Sedangkan yang terakhir, pada cara
mengemudinya. Selama menggunakan ban serep beda ukuran, usahakan untuk
tidak melakukan manuver mendadak. Atau kurangi kecepatan di bawah
kondisi normal pada saat menikung.
Hal tersebut agar
meminimalisir mobil melintir atau roll out akibat traksi ban serep beda
ukuran tersebut yang tidak sama dengan ban standar. Ingat ban serep
kecil hanya bisa digunakan sebagai ban sementara saja, segera ganti ban
Anda dengan ukuran yang lebih pas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar