Pelarangan penggunaan ponsel di saat
berkendara bukanlah tanpa alasan logis. Dalam sebuah riset bahkan
terungkap bahwa sekitar 28% kecelakaan terjadi karena campur tangan
ponsel.
Angka yang muncul dalam hasil riset National Safety
Council ini tentu bukanlah hal sepele. Menurut lembaga tersebut,
sebagian besar dari rentetan kecelakaan tersebut atau sebanyak 1,4 juta
kejadian terjadi ketika pengemudi tengah melakukan percakapan lewat
telepon genggamnya.
Sementara 200 ribu kecelakaan di antaranya
terjadi saat pengemudi tengah asyik SMS-an, demikian dikutip dari
Washington Post, Senin (18/1/2010).
Sayangnya, memang tidak
disebutkan untuk cakupan wilayah mana deretan kecelakaan ini terjadi.
Namun dari besaran angka yang dipublikasikan, cukup pantas rasanya
berbagai pihak untuk segera turun tangan membereskannya.
Lembaga Transportasi Federal Amerika Serikat pun langsung bereaksi
melihat kenyataan pedih ini. Kampanye memerangi penggunaan ponsel dalam
berkendara pun bakal digalakkan, setelah sebelumnya kampanye serupa
sempat digenjot untuk memberantas pengemudi mabuk.
Meski
demikian, dikatakan Presiden FocusDriven Jennifer Smith, selaku lembaga
yang peduli tentang masalah ini, untuk menghilangkan kebiasaan berponsel
saat berkendara adalah hal yang sulit. Pasalnya, alat komunikasi
tersebut saat ini bak menjadi kebutuhan wajib setiap orang yang sulit
dipisahkan.
"Sudah banyak orang yang kecanduan ponsel.
Untuk itu kami (FocusDriven-red.) hadir, kami akan tunjukkan efek
nyatanya, dan setiap orang harus menghadapi kenyataan ini," ujar
Jennifer.
Sebelumnya, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh
Virginia Tech Transportation Institute, diketahui bahwa risiko
kecelakaan yang terjadi jika seorang pengemudi asyik SMS-an adalah 23
kali lipat dibandingkan mereka yang tidak 'nyambi'.
Nah, sekarang terserah Anda, masih sayang nyawa kah? Makanya, simpan dulu ponsel Anda ketika berkendara!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar