Rabu, 29 Agustus 2012
PANTANGAN SAAT NYETIING KARBU KAWASAKI ZX-130
Karbu vakum ZX 130, makin banyak saja yang menyeting nya, sebagai upaya meningkatkan performa mesin nya. Mulai seting main jet dan pilot jet, juga mulai marak meremer diameter venturi nya hingga 2 mm. Cara-cara tersebut juga hasil inspirasi cara seting karbu konvensional, yang kini ramai diaplikasi.
Tapi dari beberapa langkah seting karbu yang dilakukan ada beberapa pantangan yang bisa berakibat fatal, dampak dari kurang paham nya mekanis karbu vakum, ”terang Yono chief mekanik nya Kawasaki Jemursari, Surabaya.
Yakni tradisi memotong pegas spiral skep agar lebih ringan dan mengolor nya dengan maksud untuk memperkenyal. Dari kasus yang ada, kedua hal itu dapat mengacau performa mesin.
Kalau memotong skep, bisa memicu terjadi nya gas mbandang atau rpm naik dengan sendiri nya tak sesuai dengan bukaan handgrip. Hal ini disebabkan, ringannya beban tekanan skep. Sehingga, saat kevakuman meningkat, skep akan merespon nya dan naik dengan sendirinya.
Mekanis itu akan menyebabkan bertambahnya suplai gas segar dan naik nya rpm. “Parah nya, naik nya rpm tak sesuai dengan kecepatan yang dicapai, ” urai Yono.
Lalu apa jadinya kalau pegas spiral diolor ? campuran gas segar jadi semakin minim, untuk berkendara di kawasan metropolis yang kerap stop and go, memang lincah. Tapi saat dipacu di top speed, power mesin lelet, indikasi minim nya suplai bensin dan tak seimbang dengan konsumsi udara. Efek, minim nya bukaan skep.
Maka untuk menghindari problem dari karbu yang terkesan konyol ini, jangan biasakan merubah kekenyalan pegas spiral skep karbu vakum ZX-130. “Lebih baik, biarkan saja tipikal kekenyalan pegas orsi nya, ”saran nya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar