Pages

Sabtu, 15 Desember 2012

Terkendala di Korea, Kang JJ Lintasi Kanada-Alaska 2013

Vancouver - Penjelajah Jeffrey Polnaja, masih terus menjalankan misi perdamaian dunia Ride for Peace (RFP) dengan motor BMW R1150GS. Pengendara kelahiran Bandung, Jawa Barat ini telah memasuki Vancouver, Kanada dari Busan, Korea Selatan sejak Oktober 2012. Selama musim dingin di Vancouver, Jeffrey mengaku banyak mengisi kegiatan RFP dengan agenda sosial.

Jeffrey yang meninggalkan Indonesia untuk memulai perjalanan keliling dunia keduanya dari Paris pada Juni 2012 silam, sempat mengalami hambatan ketika mengirim sepeda motor dari Busan ke Vancouver. 

"Birokrasi pemerintah di Korea Selatan dalam urusan pengiriman kendaraan asing ke luar negeri ternyata sangat rumit, selain itu biaya pengiriman juga sangat tinggi," katanya Jeffrey.

Menurut penjelajah yang telah melintasi negara-negara Eropa, termasuk Siberia hingga Jepang, itu ongkos pengiriman yang diberlakukan di Korea Selatan tidak wajar. 

"Saya hanya bisa menego dari tarif 4.750 menjadi 4.500 dolar AS untuk sebuah sepeda motor. Bandingkan dengan di Monggolia, di mana untuk tujuan Vancouver hanya dikenakan tarif 1.600 dolar AS. Padahal jaraknya lebih jauh dari Korea ke Vancouver," lanjutnya.

Selain itu, perbedaan waktu antara Kanada dan Korea Selatan yang mencapai 14 jam juga menjadi hambatan dalam proses pengiriman sepeda motor. Jeffrey sendiri meninggalkan Korea Selatan menuju Kanada dengan pesawat terbang. Sementara sepeda motornya menyusul lewat jalur laut dari Busan.

"Perbedaan waktu antara Korea dan Kanada jadi masalah dalam urusan pengiriman e-mail (surat elektronik). Saya kirim jawaban hari ini, pihak penerima di Korea baru membalas dua hari kemudian. Begitu seterusnya mengingat proses negosiasi melalui e-mail tidak sekali dua kali," tambahnya.

Beruntung di tengah masalah ini Jeffrey mendapat bantuan dari pihak BMW Belgia. Melalui kontak antara BMW Belgia dengan keagenan resmi BMW di Korea Selatan, sepeda motor R1150GS milik Jeffrey berubah status dari “Dangerous Good” menjadi "Customer Good". Status ini sangat menolong proses eksport dan dapat menekan biaya pengiriman. Apalagi rekan Jeffrey dari Afrika Selatan, Duncan Johnson, ikut menolong dengan mengenalkan perusahaan ekspedisi terpercaya.

Jeffrey baru bisa mengapalkan R1150GS menuju Vancouver pada 1 November 2012 setelah melalui proses negosiasi alot dan berkepanjangan. Ketika menerima sepeda motor berkelir peraknya di Vancouver pada 29 November 2012, Jeffrey pun merogoh kocek 2.000 dolar AS, termasuk biaya penyimpanan di gudang pelabuhan.

Meski mengalami tekanan seperti itu, Jeffrey merasa misi RFP tetap konsisten dan bersemangat dalam menjalankan tujuan mengibarkan bendara promosi Indonesia di kancah dunia. "RFP tak akan surut hanya karena kendara birokrasi seperti itu, saya akan terus menggerakkan roda-roda sepeda motor ini berbagai negara demi nama Indonesia yang harum di internasional."

Bahkan Jeffrey sempat berbicara di depan perkumpulan mahasiswa Korea Selatan di Kanada, Busan University of Foreign Studies, atas undangan Prof. Kim Soo Il dari Busan-Indonesia Center. Di tengah para pelajar asing tersebut Jeffrey banyak bercerita tentang pengalaman perjalanan keliling dunianya hingga promosi Indonesia.

Di samping itu, selama berada di Vancouver Jeffrey juga telah menyempatkan berdiskusi dengan sekitar 200 mahasiswa asal Indonesia yang menimba ilmu di wilayah British Colombia, Kanada. Tak ketinggalan, dia juga menghadiri pemutaran perdana film Naga Sari, sebuah film indi hasil karya anak bangsa yang menetap di Vancouver.

Jelas lamanya proses pengiriman motor telah menghambat jadwal keliling dunia RFP. Menurut Jeffrey, akibat masuknya musim dingin di Kanada misi berkendara untuk sementara dihentikan. Jeffrey mengganti kegiatan mengendarai motor dengan program-program dialog dan presentasi ke sejumlah tempat dan komunitas, termasuk hingga ke negara-negara Asia.

"Saat musim dingin maka berbagai daerah akan tertutup salju. Secara teknis kondisi itu bisa diatasi. Saya bisa saja tetap riding, meski resiko bahayanya sangat tinggi," terang Jeffrey.

Namun dia memilih tidak melakukannya. Apalagi banyak jalur menuju Alaska saat ini telah ditutup pemerintah Kanada untuk tujuan keselamatan pengguna jalan. "Kalau dilanggar sanksinya berat, dan RFP lebih baik patuh pada aturan di sebuah negara. Misi ini bertujuan baik, maka sewajarnya dijalankan dengan cara yang baik pula." 

Jeffrey berjanji akan kembali menunggang R1150GS di sekitar bulan Maret 2013 setelah banyak jalur di utara Kanada dibuka kembali untuk dilewati kendaraan. Pria yang telah berkeliling dunia dua kali seorang diri ini berharap perjalanan lanjutannya menuju Amerika Selatan tidak mengalami hambatan berarti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar