Jakarta - Meski kendaraan bertenaga listrik dianggap
sebagai kendaraan masa depan, sebagian besar pengendara ternyata masih
tidak tertarik untuk membeli mobil listrik. Hanya sebagian kecil
pengendara saja yang tertarik membelinya.
Hal itu terungkap dalam
survei yang digelar oleh Indiana University School of Public and
Environmental Affairs di 21 kota besar di Amerika Serikat.
Survei
tersebut melibatkan 2.300 orang dewasa pada musim gugur tahun lalu. Dan
meski survei itu dilakukan tahun lalu, para peneliti menganggap hasil
penelitian tersebut masih relevan dengan keadaan sekarang karena memang
tidak banyak yang berubah di industri mobil listrik setahun ini.
Saat
ini tiga mobil listrik terpopuler di dunia, Nissan LEAF dan Chevrolet
Volt serta Mitsubishi i-MiEV masih memiliki penjualan yang tidak
signifikan. Kedua merek itu pun diketahui telah merevisi target mereka
karena penjualan tidak seperti yang diharapkan.
Kebanyakan,
menurut penelitian itu, kurangnya minat dari masyarakat untuk membeli
mobil listrik adalah karena ketidak-tahuan masyarakat terkait mobil
listrik itu sendiri sehingga banyak praduga yang tidak berdasarkan
fakta.
Menurut dekan Indiana University School of Public and
Environmental Affairs John Graham yang merancang penelitian ini,
kebanyakan responden masih ragu mengeluarkan uang lebih banyak untuk
membeli mobil listrik. Seperti diketahui, harga mobil listrik saat ini
lebih mahal dari mobil konvensional.
Masyarakat menurutnya belum
menyadari meski diawal membayar lebih tinggi, penghematan yang bisa
dilakukan mobil listrik bisa membuat biaya keseluruhan penggunaan mobil
jadi jauh lebih murah dibanding menggunakan mobil biasa.
Alasannya,
mobil listrik tidak perlu membeli bensin yang mahal dan bila dana untuk
membeli bensin itu dikumpulkan dalam beberapa tahun menjadikan mobil
listrik sesungguhnya lebih murah dibanding mobil bermesin bakar.
"Mereka
tidak menyadari betapa murah listrik. Dan itu sangat murah, seperti 70
sampai 80 persen lebih murah bila menggunakan perhitungan konsumsi
bensin rata-rata mil/liter," lugasnya seperti detkOto kutip dari New
York Times.
Hanya 4 persen dari responden yang menunjukkan
minatnya untuk membeli mobil plug-in listrik dan 22 persen mengaku
tertarik membeli mobil pure electric.
Sementara itu, sebagian
besar responden atau 78 persennya mengatakan mereka lebih tertarik
membeli kendaraan plug-in hybrid yang masih menggunakan mesin bakar
untuk memperjauh jangkauan mobil. Sebab, jangkauan yang terbatas
dikatakan menjadi salah satu kelemahan utama kendaraan listrik sekarang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar