Jakarta - Akibat kondisi ekonomi dunia yang tengah mengalami krisis, Jaguar akhirnya resmi membatalkan rencana produksi supercar hybrid mereka, Jaguar C-X75. Prototype mobil ini pun akan segera dilelang.
Global brand director Jaguar, Adrian Hallmark mengkonfirmasi kalau kondisi ekonomi dunia tidak memungkinkan Jaguar memproduksi supercar yang mengusung sistem hybrid tersebut.
Padahal saat ini Jaguar sudah memiliki 5 prototype Jaguar C-X75. Al hasil, model purwarupa dari mobil ini pun akan segera dilelang. Tiga unit prototype Jaguar C-X75 akan dilelang di bulan Mei mendatang.
Sementara satu unit prototype Jaguar C-X75 akan masuk museum Jaguar dan satu unit lagi akan digunakan Jaguar untuk promosi.
"Kami merasa kami bisa membuat mobil ini, tapi melihat langkah-langkah penghematan global saat ini, tampaknya ini waktu yang salah untuk mulai menjual sebuah supercar berharga 800.000 sampai 1 juta pounds (Rp 12,4-15,5 miliar)," kata Hallmark seperti detikOto kutip dari Autocar.
Jaguar C-X75 sendiri pertama kali terungkap sebagai sebuah konsep di Paris Motor Show tahun 2010. Di mobil ini, mesin konvensional dipadukan dengan empat buah motor listrik yang terpasang di tiap rodanya.
Pada Mei 2011 Jaguar juga sudah menegaskan kalau C-X75 akan mengaplikasi sasis serat karbon yang diproduksi dirancang oleh tim F1, Williams.
Konfigurasi dapur pacu pun berubah. Mesin 1.6 liter yang disokong oleh turbocharged dan supercharged diaplikasi bersama dua motor listrik yang dipasang di kedua roda depan mobil.
Kekuatan dapur pacu mobil ini mencapai 888 bhp dengan torsi 590 lb-ft untuk memecahkan akselerasi dari diam sampai 100 km/jam dalam waktu hanya 2,8 detik saja.
Meski gagal diproduksi, Hallmark mengatakan kalau investasi yang sudah mereka kucurkan untuk C-X75 tidak akan sia-sia. Sebab 60 persen dari teknologi mobil yang menurut rencana akan diproduksi antara 100-250 unit ini bisa digunakan untuk mobil-mobil Jaguar di masa depan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar