Washington - Teknologi dibuat untuk membantu manusia.
Begitu pula dengan teknologi keamanan Electronic Stability Control (ESC)
yang banyak diaplikasi oleh mobil-mobil kelas dunia. Di Amerika saja,
fitur ini tercatat mampu menyelamatkan ribuan nyawa.
Badan
Administrasi Keselamatan Jalan Raya atau National Highway Traffic Safety
Administration (NHTSA) menjelaskan kalau dalam penelitian mereka
setelah melihat data 2008-2010, terungkap kalau ada ribuan nyawa yang
selamat berkat fitur tersebut.
Total ada lebih dari 2.200 nyawa
selamat dalam periode 2008-2010 setelah NHTSA membandingkan mobil-mobil
yang sudah menggunakan fitur ESC dan yang belum.
Pemerintah
Amerika sendiri meminta tiap produsen untuk memasang fitur ini sejak
2007 silam dan sudah mewajibkan semua mobil yang diproduksi dan dijual
di Amerika sejak September 2011 untuk mengaplikasi fitur keamanan ini.
Fitur
ini sendiri pada dasarnya sebuah teknologi yang membuat mobil tetap
stabil ketika direm untuk mereduksi resiko ban selip dan mobil
menggelinding atau roll-over.
Dilansir Wall Street Journal, para
peneliti NHTSA memperkirakan kalau ESC menyelamatkan 634 nyawa pada
tahun 2008, 705 nyawa pada tahun 2009 dan 863 nyawa pada tahun 2010.
Sayangnya,
Indonesia belum menerapkan kewajiban memasang fitur ini. Sebagian besar
mobil yang dipasarkan di Indonesia pun belum memasang fitur ini.
Kebanyakan mobil yang memasang fitur ini di Indonesia adalah mobil mewah
dan mobil sport yang berharga mahal.
Para produsen tidak
memasangnya pada 'mobil penumpang biasa' di Indonesia untuk membuat
harga jual mobil tidak menjadi terlalu mahal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar