Bandung - Tahun 2012 ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi PTAstra International Tbk. Berbagai hambatan mulai dari krisis global, isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM), hingga kenaikan uang muka untuk kendaraan bermotor dan beberapa hambatan lainnya.
Memasuki 2013 mendatang, Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto, mengatakan, meski tahun 2012 akan segera berakhir tapi hambatan di 2013 pasti akan jauh lebih hebat dibanding 2012.
Menurutnya, penjualan diberbagai anak perusahan Astra akan terasa imbasnya, terutama di sektor otomotif. Mengingat anak perusahaan Astra 50 persennya itu berada di sektor otomotif.
"Antisipasi yang kita lakukan pastinya bervariasi. Di masing-masing perusahan yang tergabung di Astra memiliki caranya tersendiri. Tapi kami sangat menghindari adanya pemutusan tenaga kerja," tutur Prijono disela acara Workshop Wartawan Industri & Otomotif 2012 di Bandung, Jumat (30/11/2012).
Sambung Prijono, pemutusan hubungan tenaga kerja yang dilakukan Astra terakhir pada tahun 1998. Kedepannya diharapkan tidak akan terjadi lagi yang namanya pemutusan hubungan tenaga kerja.
"Mudah-mudah perusahaan kita tercinta ini tidak melakukan pemutusan hubungan tenaga kerja lagi," paparnya.
Prijono menginginkan, seluruh karyawan Astra diharapkan mengerti dengan kondisi yang sekarang sedang berlangsung dan siap untuk menghadapi hambatan di tahun-tahun ke depannya.
"Di seluruh jajaran perusahaan kami akan mencoba melihat lagi apakah ada bidang-bidang yang kita bisa tingkatkan. Agar di 2012 bisa kita lewati dengan seksama," tutupnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar