Ban mobil dengan tutup pentil hijau saat ini
banyak kita lihat di jalanan. Mobil dengan ban seperti ini tandanya
menggunakan gas nitrogen sebagai pengganti udara biasa pada ban.
Sebenarnya apa kelemahan dan kelebihannya? Kita uraikan dulu kelebihan penggunaan nitrogen.
Nitrogen di dalam ban diyakini dapat mencegah atau mengurangi pemuaian
udara di dalam ban akibat panas yang muncul karena putaran ban.
Akibatnya ban kendaraan tetap padat meski tidak diisi ulang dalam waktu cukup lama (jika tidak terdapat kebocoran).
Seperti yang diungkapkan Kepala Montir Bengkel Super Service yang terletak Jalan Ciputat Raya, Tangerang, Ibal.
"Banyak
keuntungannya. Diantaranya ban lebih empuk dan bisa menghemat bahan
bakar akibat ban tetap padat karena gas tidak mudah terbuang dalam waktu
lama," kata Ibal.
Ia menjelaskan kelebihan
lainnya adalah umur kembang ban lebih panjang. Efek lainnya adalah
shockbreaker lebih awet karena ban yang berisi gas Nitrogen lebih empuk
dan kenyal.
Keuntungan lainnya adalah ban tidak dapat terbakar ketika ban dalam kondisi
putaran tinggi. Masalahnya gas Nitrogen bersuhu lebih rendah dan stabil.
Rata-rata suhu gas Nitrogen pada ban sekitar 17 derajat.
Selain
tidak dapat terbakar, gas Nitrogen juga tidak menyebabkan pelek korosi.
Tidak seperti kandungan angin yang disemprotkan dari kompresor angin di
pinggir jalan.
Selanjutnya untuk menjaga tekanan ban, Ibal
menyarankan penambahan gas cukup 3 bulan dengan penggunaan kendaraan
secara normal. "Kalau tidak terjadi kebocoran sih awet. Cukup 3 bulan
sekali saja," sarannya.
Jika Anda yang berminat untuk menggunakan
gas Nitrogen biasanya untuk sekali pengisian sebesar Rp 5.000 perunit
ban. Dan untuk menguras sekaligus isi gas Nitrogen rata-rata Rp
15.000-30.000 saja untuk satu ban.
Nah ini yang sebenarnya bisa
menjadi kelemahan gas nitrogen, ya harganya yang lebih mahal dibanding
pengisian angin biasa yang paling banter cuma Rp 3.000.
Bengkel
ban yang menyediakan jasa gas nitrogen juga relatif belum banyak,
sehingga cukup menyulitkan ketika ingin mengisi atau menguras gas.
Teknologi Nitrogen ini sebenarnya sudah diterapkan pada ban pesawat terbang.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar