Masing-masing APM yang sudah siap dengan produk LCGC-nya terpaksa belum bisa meluncurkan, sebab harus menunggu regulasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah.
Menanggapi hal itu, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Budi Darmadi, mengatakan, sejauh ini regulasi LCGC masih meninjau dan mengupdate 115 group komponen yang akan melokalisasi komponen untuk produk LCGC.
"Ada 115 group komponen yang harus dilokalisasi. Mendekati finalisasi ini kita lempar kembali ke para industri, bagaimana nih sudah mau keluar, industri komponennya sudah siap belum?" kata Budi Darmadi di sela acara pembukaan Jakarta Motorcycle Show (JMCS) 2012 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (31/10/2012).
Menurut Budi, dari 115 group komponen lokalisasi itu sebagian sudah ada yang siap dan belum ada yang siap. Pemerintah selalu mengupdate dan menanyakan kapan semuanya akan siap.
Ketika ditanya apakah mungkin regulasi LCGC itu lahir di akhir tahun, Budi Darmadi menegaskan, semuanya tergantung dari group komponen itu sendiri. Kalau sudah siap semuanya kita akan segera lahirkan.
"Akhir tahun ini bisa-bisa saja kami luncurkan. Makanya kami terus update karena kalau seluruh industri komponennya belum siap bisa kena penalti," tandas Budi.
Head, Domestic Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor Rio Sanggau kepada detikOto menuturkan peminat mobil kecil dan murah (LCGC) seperti Astra Daihatsu Ayla sudah banyak, dan mencapai ribuan.
Namun Daihatsu belum bisa menjual karena masih terkendala aturan yang belum turun.
"Kita memang belum jualan, kita masih menampung permintaan masyarakat saja. Syaratnya kan kecil, cuma sejuta. Tidak ada istilah SPK, ini baru resmi kalau sudah ada aturannya, tapi sudah banyak yang memesan," ujarnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar