Pages

Minggu, 14 Oktober 2012

Test Drive Audi A6 2.8 FSI S-Line


 — Audi A6 2.8 FSI S-Line tidak hanya menawarkan kenyamanan  bagi penumpangnya, namun banyak sensasi baru yang akan anda dapatkan saat berada dibalik kemudi sedan premium berlogo empat cincin ini.
Pagi itu saat antrian mobil menjadi pemandangan biasa di semua jalan Ibukota, sebuah sedan berwarna hitam berhenti di salah satu kawasan elit Jakarta Selatan, menjemput dapurpacu.com  untuk  mengikuti acara Audi A6 Media Experience dengan tujuan kota Bandung.
Berada di dalam kabin kursi belakang sangat lapang, kami dengan leluasa bergerak seperti berada di ruang kerja berjalan. Posisi duduk yang nyaman ditambah semburan sejuk AC yang telah dilengkapi climate control, mengobati kejenuhan kami saat berjibaku dengan kemacetan lalu lintas.
Keheningan dalam kabin menemani kami dalam mengoperasikan sebuah smartphone untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum beres. Jok dilapisi kulit halus menambah kenyamanan saat menikmati padatnya lalu lintas tol dalam kota ke arah Cikampek.
Tidak terasa kami tiba di rest area KM 57 untuk beristirahat sejenak. Alhasil perjalanan dari pintul tol Fatmawati hingga KM 57 kami tempuh dalam waktu 2 jam akibat padatnya lalu lintas. Namun itu semua semakin menambah semangat kami untuk melanjutkan perjalanan dengan berada di balik kemudi Audi A6 2.8 FSI S-Line.
Meski bertubuh bongsor Audi A6 2.8 FSI S-Line sangat mudah dikendalikan dan lincah untuk bermanuver di tol Cipularang. Karakter jalan tol Cipularang  yang berbukit dan bergelombang (bumpy) kami libas tanpa mendapat guncangan yang berarti.
Mesin V6 2.8 liter FSI yang disematkan pada sedan premium asal German ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 204 hp dengan torsi maksimum 280 Nm. Begitu pedal gas kami injak, tenaga yang kami rasakan sangat responsif. Perindahan transmisi multitronic 8-speed terasa halus. Akselerasi masih terasa galak saat  jarum di speedometer telah menyentuh angka 200 kpj. Suara garang raungan mesin sayup-sayup terdengar menggoda kami untuk kembali berakselerasi.
Puas bermain dengan transmisi otomatisnya, kami mencoba transmisi manual yang mudah dioperasikan hanya dengan sentuhan telapak tangan. Dalam hitungan detik mobil yang berada di depan kami lewati dengan mudahnya. Saat melalui jalan menurun kami hanya cukup menurunkan transmisi untuk mengurangi kecepatan. Begitu juga saat kami harus bersabar melewati pengemudi di depan yang melaju pelan.
Keluar pintu tol Pasteur kami disambut dengan kemacetan. Alunan musik dari iPad yang terkoneksi melalui bluetooth menemani kami saat menyusuri jalan menuju Maxi’s Resto yang berada di daerah Ciumbuleuit untuk menyantap makan siang.
Setelah makan siang kami bergerak ke hotel Padma yang berada tidak jauh dari Maxi’s Resto untuk beristirahat. Malam harinya kami kembali dijemput untuk makan malam di The Valley. Seperti Direktur sebuah perusahan, kamipun dilayani penuh dalam acara Audi A6 Media Experience ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar