LEBIH BESAR
Secara bentuk, tidak terlihat perbedaan yang terlalu banyak meski dimensi Swift baru lebih panjang dan lebih lebar dibanding pendahulunya. Bagian depan yang melengkung dengan lampu utama yang menyipit pada bagian ujung masih tetap dipertahankan oleh Suzuki. Agaknya ini menjadi salah satu ciri dari Swift.
Tampak dari samping juga tidak ada perubahan besar. Desain yang menurun pada atap bagian belakang pada Swift generasi 1 juga tetap dipertahankan pada generasi 2 ini. Namun, untuk dimensi kaca dan pintu lebih besar dibanding generasi terdahulu.

Masuk kabin. Dimensinya lebih besar dibanding sebelumnya. Membuat ruang kaki dan kepala pada pengendara dan penumpang depan masih tersisa. Sayangnya, ruang kepala penumpang belakang harus terpangkas berkat model atap yang menurun.
Tak hanya itu, akses untuk keluar dari kabin belakang sedikit terhambat. Ketika mau keluar, penumpang tak bisa melakukannya dalam satu langkah. Ada tahap harus menumpukan kaki pada pijakan kemudian menggeser pantat baru bisa keluar. Ini karena adanya tonjolan sepatbor di kabin dan agak menghambat.
Namun kalau bicara duduk pengemudi dan penumpang depan sih tak terlalu ada masalah. Ini berkat adanya pengaturan ketinggian pada jok pengendara, serta kedua jok sudah semi bucket seat.
Perbedaan paling besar sebenarnya ada di mesin dan kaki-kaki yang terpasang serta proses start. Mesin, kapasitasnya diturunkan dari sebelumnya, jadi tinggal 1.400 cc. Menggunakan tipe mesin K14B yang terdapat limiter dan mengunci putaran mesin (rpm) di 5.000 ketika posisi transmisi di N.

Untuk pengetesan kecepatan konstan 100 km/jam sejauh 100 km, mobil seharga Rp 169,6 juta OTR Jakarta ini, 1 liter bahan bakarnya bisa sampai 19 kilometer. Perolehan ini tak jauh berbeda dengan Suzuki Ertiga.
Sementara itu, untuk suspensi, agaknya Suzuki juga sudah merevisi. Pada generasi terbaru ini tak lagi ditemukan gejala suspensi yang keras sehingga kerap mengganggu pengendaranya. Suspensi sudah mampu melakukan peredaman yang maksimal ketika melewati jalan lubang, bergelombang atau permukaan jalan yang tak rata.
Sayang, ketika dicoba berbelok dalam kecepatan agak tinggi pada jalan yang agak bergelombang, sangat terasa kalau suspensi terlalu empuk. Suspensi seperti tak mampu mengimbangi pergerakan mobil yang mengakibatkan bagian belakang mobil seperti bergeser dan arah mobil tak bisa ditebak. Bahasa mudahnya, bagian belakang terlalu ‘mengayun'.
Meski demikian, untuk handling, All New Swift juga sudah terkoreksi. Pengendalian yang mantab dan tergolong presisi ditemukan pada mobil dengan lingkar roda 16 inci ini.
Sebagai bentuk kenyamanan, Suzuki menyematkan audio yang sangat mumpuni dan mampu dioperasikan dari lingkar kemudi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar