Lampung - Mobil murah sudah banyak yang diperkenalkan pabrikan ke publik. Tapi di mata pabrikan Jerman, Mercedes-Benz, untuk bisa melahirkan mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost and Green Car) LCGC masih banyak tantangan yang harus dihadapi.
"Kalau untuk LCGC, bagaimana caranya bisa low cost tapi green car, padahal itu costnya besar. Dan untuk sementara ini banyak tantangan yang harus kita pecahkan bersama, selain itu kita juga butuh sinergi kita (pabrikan otomotif) kepada pemerintah," kata Deputy Director Corporate Communication & Public Affairs PT Mercedes-Benz Indonesia Elvera Nuriawati (Vera), di Lampung.
Vera pun memberikan contoh apa yang harus disinergikan antara pabrikan otomotif dan pemerintah. Misalnya dari sisi perpajakan.
"Untuk masuk ke Indonesia itu bukan berdasarkan emisinya semakin kecil, import tax-nya semakin kecil. Tetapi pemerintah berdasarkan dari sisi mobil. Sementara kalau dilihat dari emisi, emisi kita itu sudah Euro5, itu sudah standar yang sangat baik sekali di Eropa apalagi di Indonesia," ucap Vera.
Artinya, pertama, lanjut Vera, kalau aspek pajaknya tidak ada insentif, bagaimana mungkin menekan harga mobil.
Kedua, dari sisi bahan bakar atau emisi. "Semakin emisinya semakin rendah oktannya juga, tapi harganya semakin mahal. Artinya itu akan beban juga untuk konsumen," tambah Vera.
Sehingga menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. "Jadi konsep untuk LCGC itu belum selaras, dan kalau kompetitor sudah siap untuk melahirkan LCGC. Kita punya persiapan sendiri dan perencanaan sendiri," tutupnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar