Nissan LEAF
Detroit - Meski mobil bertenaga listrik dianggap banyak kalangan sebagai solusi masa depan. Di masa kini, mobil listrik ternyata belumlah dianggap seksi. Nissan yang memiliki mobil listrik, LEAF, bahkan mengakui kalau target penjualan Nissan LEAF tidaklah tercapai.
CEO Nissan Carlos Ghosn mengatakan kalau penjualan mobil listrik mereka tidaklah terlalu menggembirakan. "Perkiraan kami untuk tahun ini tidak akan tercapai," katanya seperti dilansir Bloomberg dan dikutip Detroit News.
Saat ini, penjualan mobil listrik di dunia terhitung hanya memiliki persentase kurang dari 1 persen jutaan mobil yang terjual tiap tahun secara global. Nissan diperkirakan tidak akan bisa mencapai penjualan LEAF hingga 20.000 unit.
Pada bulan Oktober Nissan berhasil menjual 1.579 unit Nissan LEAF yang merupakan penjualan bulanan tertinggi di tahun ini. Tapi bila dihitung secara akumulatif, panjualan Nissan yang baru mencapai 6.791 unit terhitung lebih rendah 15,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 9.679 unit.
Meski begitu, Ghosn tetap yakin kalau masa depan mobil listrik sangatlah cerah, Nissan pun menurutnya akan terus berkerja untuk mempopulerkan mobil jenis ini. Dia memperkirakan bahwa 10 persen dari semua kendaraan yang dijual di seluruh dunia pada tahun 2020 merupakan mobil bertenaga listrik.
Diketahui kalau Nissan bersama mitra aliansinya, Renault tercatat telah menginvestasikan dana hingga US$ 5,6 miliar untuk kendaraan listrik meski hingga sekarang usaha mereka untuk melipatgandakan penjualan kendaraan listrik tidak memenuhi harapan.
Di Amerika Serikat, Nissan menerima US$ 1,4 miliar dari Departemen Energi untuk membangun pabrik baterai dan meng-upgrade pabrik LEAF disana.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar