Mesin diesel, apalagi yang mengaplikasi
turbo, memang butuh perlakuan yang berbeda dengan mesin biasa. Apalagi
ketika hendak dimatikan setelah bekerja cukup berat.
Sebelum
mesin benar-benar mati, mesin diesel dengan turbocharger butuh beberapa
waktu untuk periode pendinginan agar kompresor pendinginan mesin bekerja
optimal, sehingga mencegah keausan mesin.
Pada saat yang sama,
oli mesin dapat bersirkulasi dengan benar sehingga turbin tidak akan
membakar oli yang terjebak dalam pengisi daya ketika turbin berputar
dengan kecepatan tinggi.
Dulu, ada fitur Turbo Timer, sehingga
meskipun kunci kontak sudah off, secara otomatis mobil diesel
berturbocharger bisa terus menyala dalam beberapa waktu sampai proses
pendinginan dianggap selesai.
Lalu bagaimana dengan mobil diesel
yang tidak ada fitur turbo timer nya? Padahal pendinginan mesin
diperlukan, apalagi ketika mobil sudah diajak bekerja keras menempuh
perjalanan jauh.
Seperti dikutip dari Toyota, kalau hanya bepergian di dalam kota dengan kecepatan rata-rata di bawah
80 km/jam, waktu idling mesin tidak diperlukan, sehingga mesin dapat
langsung dimatikan.
Sementara, bila berkendara dengan kecepatan
rata-rata 80 km/jam, ketika hendak mematikan mesin, sebaiknya Anda
membiarkan mesin untuk tetap menyala (idling) selama sekitar 20 detik,
sebelum dimatikan.
Bila berkendaranya lebih cepat dari itu, atau
dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam, maka waktu idling yang dibutuhkan
sebelum mesin dimatikan adalah sekitar 1 menit.
Terakhir, bila
Anda mengajak mobil diesel berturbocharger mendaki gunung atau
berkendara dengan kecepatan rata-rata di atas 100 km/jam, maka waktu
idling yang dibutuhkan sekitar 2 menit, sebelum mesin dimatikan.
Dengan
begitu, risiko keausan pada mesin diesel anda bisa diminimalisir dengan
mengetahui kisaran waktu idling yang diperlukan sebelum mematikan mesin
mobil diesel turbocharger mobil Anda.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar